Menghubungkan Jaringan LAN ke Internet di Mikrotik

Artikel ini merupakan tutorial lanjutan dari artikel sebelumnya tentang cara membuat IP alias di Mikrotik. Jika anda belum membacanya anda dapat menuju postingan tersebut melalui tautan ini:
Membuat IP Alias (Multiple IP) dalam 1 Interface di Mikrotik.

Setelah anda membaca dan mengikuti tutorial tersebut, sekarang mari kita lanjutkan ke tutorial ini untuk menghubungkan alamat-alamat IP yang sudah kita buat sebelumnya ke internet. Agar tidak bingung mari kita lihat kembali jaringan yang kita buat melalui gambar diagram di bawah ini.

Gambar Diagram Jaringan LAN dan Internet yang Dibuat

Dari gambar diatas, alamat IP untuk PC 1 dan PC 2 merupakan IP non-DHCP. Jadi pemberian IP pada kedua komputer tersebut harus diisi secara manual, agar System Admin bisa lebih mudah me-manage dan memonitor jaringan internal kantor. Sedangkan pengalamatan IP untuk Wifi menggunakan DHCP, agar para pengguna Wifi bisa mendapatkan IP secara otomatis.

Jadi, di tutorial ini akan dibagi menjadi 2 langkah, pertama kita melakukan konfigurasi agar semua IP dapat terhubung ke internet, kedua kita membuat DHCP Server untuk pengalamatan IP Wifi.

Menghubungkan Jaringan Lokal ke Internet

Untuk dapat terhubung ke Internet terdapat beberapa konfigurasi yang harus dilakukan, berikut adalah langkah-langkah konfigurasinya.

1. Masuk Ke Router dengan Winbox

Seperti biasa, langkah awal adalah dengan masuk ke Router dengan Winbox, sesuaikan dengan settingan login Router anda.

Login ke Router Mikrotik dengan Winbox

2. Konfigurasi Route Mikrotik

Melakukan konfigurasi Route dengan masuk ke menu IP > Routes kemudian pilih/klik tanda plus (+), akan muncul jendela New Route. Pada tab General, isi kolom Dst.Address: 0.0.0.0/0 dan kolom Gateway isi dengan alamat IP gateway Modem ISP yaitu 192.168.1.1, kemudian pilih Apply lalu OK.

Konfigurasi Route Mikrotik

Catatan: IP Modem ISP tidak selalu sama seperti diatas, tergantung Provider yang digunakan. Pada tutorial ini kami menggunakan Modem Indihome dengan IP Modem yaitu 192.168.1.1.

3. Konfigurasi DNS Server

Selanjutnya lakukan konfigurasi pada DNS Setting dengan masuk ke menu IP > DNS. Pada kolom Servers isi dengan IP gateway Modem ISP yaitu 192.168.1.1, untuk menggunakan DNS dari ISP yang sudah dikonfigurasikan oleh Modem. Kemudian berikan tanda centang pada Allow Remote Requests, lalu pilih Apply dan OK.

Melakukan konfigurasi pada DNS Setting

4. Membuat NAT Rule

Terakhir kita akan membuat NAT rule, konfigurasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menerjemahkan atau mengganti alamat-alamat IP di jaringan LAN yang bersifat privat menjadi alamat IP publik dari ISP, agar alamat-alamat IP di jaringan LAN dapat berkomunikasi dengan Internet.

Langkah-langkahnya yaitu masuk ke menu IP > Firewall, lalu pilih tab NAT. Pada tab tersebut, buatlah NAT rule baru dengan memilih/klik tanda plus (+). Pada jendela New NAT Rule, di tab General isi kolom Chain dengan memilih srcnat, dan pada Out.Interface pilih Interface yang terhubung ke Modem yaitu ether1.

Membuat NAT rule tab general

Selanjutnya masuk ke tab Action, pada kolom Action isi dengan memilih masquerade, kemudian pilih/klik Apply lalu OK.

Membuat NAT rule tab action

4. Menguji Koneksi Internet

Jika langkah-langkah diatas sudah diikuti, sekarang mari kita uji apakah komputer di jaringan LAN sudah dapat terhubung ke internet. Mari kita isi salah satu komputer pada Adapter Settings dengan konfigurasi IPv4 seperti berikut ini:

  • IP Address: 192.168.100.3
  • Subnet Mask: 255.255.255.0
  • Default Gateway: 192.168.100.1
  • Preferred DNS Server: 192.168.100.1
Konfigurasi IPv4 di Komputer

Setelah selesai mengisi alamat IP di komputer, sekarang kita uji dengan melakukan ping ke situs google.com melalui CMD. Atau anda bisa langsung mengujinya melalui Web Browser.

Test Ping ke Google

Dari hasil ping diatas, menandakan bahwa komputer di jaringan LAN sudah terhubung ke internet dengan sudah menerima respon dari google.com.

BACA JUGA:  Cara Membuat Kabel LAN Straight dan Cross

Pembagian IP Otomatis dengan DHCP

Untuk pengguna Hotspot Wifi kita tidak mungkin mengisikan alamat IP pada device mereka secara manual. Oleh karena itu maka kita perlu menggunakan DHCP untuk pengalamatan IP untuk Wifi.

Fungsi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah untuk mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan. Tentu dengan penggunaan DHCP ini akan memudahkan System Admin / Network Admin dalam mengelola jaringan. Berikut adalah langkah-langkah mengkonfigurasikan DHCP di Mikrotik melanjutkan tutorial diatas.

1. Membuat IP Pool

IP Pool digunakan untuk menentukan range (rentang) IP yang bisa digunakan untuk DHCP Server maupun point to point. Jadi, IP yang dibagikan oleh DHCP Server itu adalah alamat IP yang ada di range IP Pool.

Untuk membuatnya, masuk ke menu IP > Pool, pada tab Pools buatlah IP Pool baru dengan memilih/klik tanda plus (+). Kemudian akan muncul jendela New IP Pool, lalu isi kolom Name dengan nama apa saja misalnya public_dhcp, di kolom Address isi dengan range IP yang dapat dibagikan oleh DHCP Server yaitu pada contoh ini range IP-nya 192.168.10.3-192.168.10.254, setelah itu pilih/klik Apply dan OK.

Membuat IP Pool

2. Membuat DHCP Server

Selanjutnya membuat DHCP Server dengan masuk ke menu IP > DHCP Server. Pada tab DHCP pilih tanda plus (+), dan akan muncul jendela New DHCP Server. Kemudian isi kolom Name dengan nama apa saja misalnya dhcp_public_wifi, pada Interface pilih Interface untuk jaringan LAN yaitu ether2, dan pada Address Pool pilih nama IP Pool yang sudah kita buat tadi yaitu public_dhcp, lalu pilih/klik Apply dan OK.

Membuat DHCP Server

3. Membuat DHCP Network

Masih di menu IP > DHCP Server, sekarang masuk ke tab Network dan pilih tanda plus (+). Kemudian pada jendela New DHCP Network, isi kolom Address dengan subnet IP untuk DHCP yaitu 192.168.10.0/24, kolom Gateway isi dengan 192.168.10.1, dan DNS Servers juga diisi dengan 192.168.10.1. Jika sudah, kemudian pilih Apply lalu OK.

Membuat DHCP Network

4. Menguji DHCP

Sekarang konfigurasi DHCP sudah selesai, anda dapat melanjutkan melakukan konfigurasi pada Access Point anda. Disini kami tidak menjelaskan konfigurasi di Access Point, karena Access Point yang anda gunakan belum tentu sama dengan yang kami gunakan. Namun, alamat IP yang harus anda gunakan di Access Point anda sebagai berikut:

  • IP Address: 192.168.10.2
  • Subnet Mask: 255.255.255.0
  • Default Gateway: 192.168.10.1
  • DNS: 192.168.10.1

Kemudian anda dapat melanjutkannya mengisi SSID dan konfigurasi Wireless Settings lainnya. Jika sudah, sekarang kita coba mengkoneksikan smartphone kita dengan Hotspot Wifi yang kita buat tadi. Berikut adalah gambar hasil pengujian DHCP menggunakan smartphone.

Hasil Pengujian DHCP

Dari gambar diatas, terlihat smartphone kita yang terhubung dengan Wifi mendapatkan alamat IP secara otomatis.

Jadi seperti itulah cara menghubungkan jaringan LAN ke internet, anda dapat mengaplikasikan tutorial ini untuk jaringan kantor di tempat kerja anda. Sebenarnya masih banyak lagi yang perlu dipelajari dalam pengkonfigurasian Mikrotik, seperti Management Bandwith, pemblokiran situs, dan lain-lain, yang nanti akan kami berikan tutorialnya satu per satu di artikel kami selanjutnya.

Jika ada yang anda kurang pahami atau menemukan masalah ketika mengikuti tutorial ini, anda dapat menanyakannya di kolom komentar, terima kasih.

Bagikan Kepada Dunia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *